About
Terlahir dengan nama Hendra Lesmana di sebuah rumah sakit umum di bilangan Kota Cimahi pada tanggal 9 Desember 1981 dini hari. Bayi mungil yang masih merah dan bau kencur perlahan menapaki hari, detik demi detik hidup dan besar sebagai anak kolong (baca: anak tentara). Ditengah kesulitan hidup (bapak) seorang prajurit TNI dengan gaji pas-pasan perlahan demi perlahan mampu membesarkan bayi merah sampai bisa menapakan kaki, merangkak dan berdiri menjadi hendra kecil yang selalu riang dengan senyum.
Hari demi hari dilewati, tahun demi tahun dilahap tanpa permisi handra kecil sampai menjadi seorang remaja dengan segala suka dan duka. Pindah dari satu daerah ke daerah lain adalah sebuah konsekuensi hidup sebagai anak kolong, pindah dari sekolah satu ke sekolah di daerah lain adalah hal biasa, selalu menemukan teman baru, tempat nongkrong baru dan juga cinta (baru). Hendra remaja perlahan mengenal dunia, hitam, putih, merah dan jingga. Mulai mengenal alam satu demi satu, perlahan demi perlahan. Mendaki gunung tiba-tiba menjadi sebuah kegemaran yang tanpa disadari membuat seorang hendra belajar meresapi arti hidup. Menapaki puncak-puncak gunung menjadi sebuah hobi yang tanpa disadari banyak merubah pola pikir dan juga cara pandang, terlebih untuk menyikapi hidup dengan segala problematikanya.
Keluarga, teman, sahabat, cinta menjadi rekan sejalan. Alam, sekolah, pelajaran, guru, kuliah dan dosen menambah nilai arti hidup seorang hendra yang perlahan menapaki dunia kini. Menikmati hidup apa adanya dengan secangkir kopi hitam dan menjalin persahabatan dimanapun tanpa pandang tahta, suku, ras, agama, nyata bahkan maya sekalipun.
Kini hendra belajar menjadi seorang blogger, belajar sedikit kritis, belajar menuliskan apa yang ingin dituliskan kembali dalam lembaran demi lembaran kertas maya, belajar menuliskan apa yang sempat didengar, dilihat dan juga dirasakan meski kadang hanya menjadi coretan-coretan basi tanpa arti. Bangga dengan Indonesia dan alam bumi pertiwi dengan segala intrik problematikanya. [……]


wuis…kalo ga salah itu foto yg dulu di puncak cikurai ya?
narasi yang indah
Semangad bro…hidup ini akan indah jika kita nyaman dan bermanfaat bagi banyak orang.
keep down to Earth
lam kenal kang,kuhulurkan persahabatan.sami2 urang sunda..