Penjara Mewah Artalyta Suryani Rutan Pondok Bambu-Potret Hukum Yang Tercemong
Yang saya tau di penjara itu semua sama tidur beralaskan tikar dengan terali besi mengelilingi kamar tak lebih dari 3×3 meter persegi. Potret penjara mewah alias sel tahanan sekelas hotel bintang 7 memang banyak kita simak di film-film gaya hollywood namun ternyata saya salah duga setelah menyimak beberapa pemberitaan media di televisi ternyata itu ada di Indonesia, penjara mewah Mbah Gendeng ups Artalyta Suryani seorang pesakitan kasus suap-menyuap ternyata memang mewah. bagaimana itu bisa disebut dengan penjara? saya rasa Artalyta hanya pindah posisi kamar saja jika kemewahan masih menyelimuti pesakitan yang satu ini. Apakah ini potret penegakan hukum di negeri kita tercinta ini? apakah setelah masuk penjara harta dan tahta masih menjadi nilai plus untuk diamati, sepertinya lambang hukum yang disimbolkan oleh neraca sudah miring ke kanan atau kekiri, ya tak heran meamang dan faktanya memang seperti itu.
Fasilitas yang didapatkan Artalyta Suryani alias Ayin dan terpidana narkoba Limarita alias Aling memang bikin saya nyengir gak jelas terlepas alasan yang katanya itu adalah ruangan darma wanita Rutan Pondok Bambu yang dengan terpaksa diberikan karena kapasitas rutan full booking. Konyol memang dan sebetulnya saya enggan untuk menulis masalah hukum dan penegakannya yang kadang bikin kulit mendadak jadi gatel dan juga gagaro teu ateul.



